Perkenalkan, nama saya Peter Halim berasal dari Bekasi. Selain untuk memperluas persahabatan dan mencari teman. Saya juga ingin berbagi pengetahuan - pengetahuan yang unik yang dapat anda temukan disekitar kita. Untuk blog ini saya berfokus tentang bagaimana kita menjaga kesehatan dan meningkatkan pergaulan dengan sesama, baik dalam berkeluarga dan di ruang kerja sehingga mutu kualitas diri kita menjadi SEMPURNA. Terlepas dari itu, mungkin masih banyak penyempurnaan yang perlu saya lakukan pada blog ini, semoga rekan - rekan sekalian mau memberi saran dan kritik tentang blog saya ini.
 

Mencegah dan Menghadapi Pecah Ketuban Dini


Pecah Ketuban Dini adalah kondisi terjadi pecah ketuban sebelum waktunya melahirkan. Kejadian pecah ketuban dini terjadi sekitar 5 sampai 10 persen dari semua kelahiran. Sementara terjadinya pecah ketuban dini ini biasanya terjadi pada kehamilan tua. Pecah ketuban dini bisa menyebabkan kelahiran prematur.
Sebenarnya air ketuban bermanfaat untuk mempertahankan atau memberikan perlindungan bagi bayi dari benturan diluar rahim. Air ketuban juga berfungsi agar bayi dapat bergerak bebas ke segala arah di dalam rahim.
Lalu apa saja penyebab pecah ketuban dini serta tanda pecah ketuban tersebut ?
Terjadinya pecah ketuban bisa disebabkan oleh trauma, mulut rahim yang lemah, ketegangan rahim yang berlebihan, kehamilan kembar, ketuban yang berlebihan, letak janin yang salah seperti nyungsang atau melintang, kelainan atau kerusakan selaput ketuban, serta dapat pula disebabkan oleh infeksi pada kehamilan. Tanda dari pecah ketuban dini adalah keluarnya cairan ketuban melalui vagina biasanya tidak disertai rasa sakit.
Untuk mengurangi terjadinya pecah ketuban dini, dianjurkan bagi ibu hamil untuk mengurangi aktivitas pada akhir tirwulan kedua dan awal triwulan ke tiga, serta tidak melakukan kegiatan yang membahayakan kandungan selama kehamilan.
Agar tidak timbul hal-hal yang tidak diinginkan pada janin yang dikandung, Pecah Ketuban Dini harus segera ditangani. Segera hubungi dokter. Gunakan pembalut wanita untuk penyerapan air yang keluar.

0 komentar:

Poskan Komentar